Pesantren Untuk Anak – Pada usia berapa sebaiknya anak dimasukkan ke pesantren ? Apabila anda ingin memasukkan anak ke pesantren ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua. Dan salah satu faktor tersebut adalah faktor usia. Usia anak penting untuk menjadi pertimbangan. Karena pada usia sekolah dasar, anak masih memerlukan bimbingan orang tua yang merupakan fondasi dari orang tuanya. Memang tidak ada idealnya kapan seorang anak masuk pesantren dan tidak ada standard bakunya. Tetapi lebih banyak yang mengatakan bahwa lebih efektif bila mulai usia SMP. Prinsipnya tidak mebuat anak menjadi tertekan, terpaksa dan terbuang. Jadi hal yang paling utama adalah memberikan motivasi yang benar kepada anak bahwa dirinya akan menjadi hebat bila masuk pesantren.

Sedangkan pada usia SMP, anak mempunyai anggapan bahwa peran orang tua sudah tidak dominan lagi, dalam hal ini karena anak beranggapan bahwa peran teman dianggap lebih besar dibandingkan dengan peran orang tua.

Sebetulnya usia ideal anak untuk masuk pesantren tergantung pada anak itu sendiri karena kemampuan anak-anak yang berbeda. Kesiapan anak ini meliputi kesiapan fisik, mental, emosi serta jiwa sosial mereka. Untuk itu tinggal bagaimana kita sebagai orang tua dapat memberikan motivasi kepada anak agar tidak ada rasa keterpaksaan.

Tujuan orang tua memilihkan pendidikan pesantren untuk anak tidak lain agar anak berprestasi baik, moral dan pendidikan dasar agamanya menjadi kuat. Serta dapat menjadikan anak lebih dewasa, mandiri dan lebih siap menghadapi perubahan zaman saat ini.

Akan halnya demikian seyogyanya yang dilakukan orang tua bukan hanya sekedar mencari dan membaca brosur atau cerita orang lain. Alangkah lebih baiknya orang tua datang langsung ke pesantren dan menanyakan secara mendetail tentang sistem yang berlaku di pesantren tersebut. Informasi ini sangat dibutuhkan untuk menghindari pola asuh yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Contohnya seperti pola pengasuhan sangat disiplin dengan memberlakukan hukuman fisik yang tidak dikehendaki oleh orang tua.

Memang dari beberapa pengalaman tidak semua anak yang masuk ke dalam pesantren itu langsung merasa betah. Ada yang merasa kaget, stres dan bahkan ada yang ingin pulang. Oleh sebab itu sebelum anak masuk ke pesantren sebaiknya anak diberi tahu informasi mengenai aturan di pesantren, segala informasi mengenai pesantren.

Dengan pertimbangan tersebut pihak pesantren biasanya memberi masa adaptasi atau meberi kesempatan kepada anak-anak untuk beradaptasi sehingga aturannya pada tahap awal tidak terlalu ketat.

Dengan demikian sebaiknya usia anak untuk masuk pesantren sebaiknya usia tidak di bawah 12 tahun karena anak masih mudah merasa depresi dalam menghadapi lingkungannya. Anak-anak di bawah usia 12 tahun gelombang otaknya masih harus dominan dengan gelombang Alpha. Mereka masih harus lebih banyak bermain, bergembira, dan belajar dengan cara yang menyenangkan serta sering mendapat pelukan dari orang tuanya.

Tanamkan pada anak bahwa pesantren adalah lembaga kelas satu yang sudah terbukti baik dan dapat menjawab tantangan zaman. Dan begitu banyaknya pesantren yang telah melahirkan cendikiawan, ilmuwan, ulama dan bahkan pemimpin di negeri ini. Justru pesantren adalah pusat anak yang berprestasi gemilang serta tempat untuk mendapatkan ilmu dan peradaban. Pesantren dapat menciptakan generasi yang cerdas, jenius, berprestasi, berkarakter, dewasa, mandiri dan berakhlakul karimah.

wisuda-siswa-al-masoem
wisuda-siswa-al-masoem

 

 

Yayasan Pendidikan Al Ma’soem

Jl.Raya Cipacing No.22

Jatinangor – Sumedang

Telp : ( 022 ) 7798204 – 7798243 -7792448

email : info[at]masoem.com

website : http://almasoem.sch.id

 

 

 

 

Advertisements